Selamat datang di blogku ^_^

Senin, 30 April 2018

Di Antara Senja dan Cerita yang Terpatri dalam Sukma

Hari ini, di bulan lalu

Pada senja yang terhampar syahdu

Dua anak manusia yang tiada saling tahu

Tetiba saja saling menuju

Berkat campur tangan-Nya, Sang Maha Penentu

Mengundang kesyukuran yang saling beradu

Jumat, 27 April 2018

Balasan untuk Susun Katamu yang Syahdu

Teruntuk Kakanda, di seberang kota.

Kita memang baru tertemukan oleh kuasa-Nya yang suci
Namun bukan berarti kita tidak bisa saling mengenal dan memahami
Sebab saat ini hal itulah yang sedang berusaha kudalami
Meski pada awalnya, kita adalah dua orang yang berbeda galaksi

Rabu, 25 April 2018

Kosong

Entah. Aku pun tak mengetahui
Apa yang ingin kutuliskan
Apa yang ingin kuungkapkan
Tapi rasanya sesak; berdesakan
Tak ingin tinggal
Tak ingin untuk kusimpan
Apa ini?
Ah, tiada bisa kunyatakan
Menyebalkan

-UR-

Selasa, 24 April 2018

Perihal Bukumu: Aku Suka

Membaca bukumu memang memerlukan niat yang kuat agar tak ada cemburu yang membelenggu. Susun aksara yang kauhadirkan dalam tiap lembarnya terkadang mengundang senyum, jengkel, kadang pula terpaku. Tak menentu. Namun tenaglah, masih bisa terkondisikan apa yang ada dalam rasaku. Sebab itu adalah masa lalumu.

Setangkai Doa yang Kukirimkan

Serangkai kalimat terlintas dalam pikiran sejak percakapan semalam
Bukan tentang apa yang menjadi pembahasan, tetapi lebih kepada alasan percakapan tersebut bermunculan

Minggu, 22 April 2018

Memo untuk Calon Imamku

Merdu suaramu,
alunan katamu,
syahdu aksaramu
Membuatku terpaku
Berkali-kali membuyarkan susun kataku
Di antara pesan yang kauhadirkan dalam jarak itu

Impossible is Nothing

Ini bukan catatan seorang wartawan, bukan juga catatan seorang yang ahli dalam merangkum suatu materi dalam seminar. Ini hanyalah tulisan seseorang yang sedang belajar menjadi seorang penulis.

Sabtu, 20 April 2018.
Senja masih belum menampakkan jingganya, ketika beberapa pasang mata sudah memenuhi ruang aula SMP Muhammadiyah 9 Bojonegoro. Tidak banyak memang, hanya siswa kelas 9 beserta dengan wali muridnya saja. Tidak keseluruhan kelas. Ya, senja itu akan dilaksanakan mabit UN dan parenting bagi kelas 9 dan orang tuanya. Didaulat menjadi pembawa acara, saya pun mempersiapkan dengan sebaik mungkin di hadapan wali murid. Saya harus bisa menampilkan yang terbaik mewakili bapak/ ibu guru yang lain. Dan yang paling membuat saya bersyukur adalah dengan menjadi seorang pembawa acara, berarti saya bisa mengikuti keseluruhan acara dan bisa menyimak materi dengan baik. Alhamdulillah.