Selamat datang di blogku ^_^

Selasa, 10 April 2018

Perihal Cinta, Tanggung Jawab, dan Rasa Peduli

Malam ini, belum bisa kupejamkan mata sebelum menuntaskan janjiku padamu tentang sebuah tulisan dan aktivitas yang dilakukan hari ini.

...

Siang tadi entah mengapa cuaca seolah tak begitu bersahabat. Panasnya Subhanallah. Sambil berkendara tetiba ada pikiran yang mengusik. Ini baru panas di dunia, bagaimana dengan panasnya neraka yang sering orang memperbincangkan dengan suka cita? MasyaAllah... membayangkan saja rasanya sudah merinding tak karuan. Namun kukembalikan dengan segera fokusku. Bahaya bila berlama-lama hanyut dalam angan ketika dalam perjalanan.

Mari Bersama Merajut Doa

Ini adalah tulisan ke sekian tentangnya. Nemun sampai tulisan ini bergulir masih ada sedikit rasa tak percaya yang bersarang di alam pikir saya. Bukan tak percaya akan dirinya yang tiba-tiba ada, tetapi lebih karena selarik kalimatnya yang kemarin meluruhkan kata-kataku di kala senja. Ketika sepasang indera mendengarkan dengan saksama, ketulusannya untuk membingkai mahligai dalam cinta dan restu-Nya.

Senin, 09 April 2018

Menunggumu dalam Setia dan Doa

Kautahu?
Ada yang lebih indah dibandingkan dengan dua insan yang saling menuju, yaitu kesetiaan untuk menunggu. Menggapai mahligai dalam restu yang berpadu.

Kali ini, hal itu yang sedang kulakukan padamu.

Mendayung Cinta-Nya yang Agung

Senja kembali mengurai cerita
Kali ini tentang dia yang bersenandung untuk pertama kalinya
Di antara jarak yang membentang padanya

Minggu, 08 April 2018

Merangkai Cinta dalam Aksara (Sebuah Jawaban)

Tentang sebuah ingin yang kauucap dengan hati-hati, bukankah telah kukatakan beberapa waktu lalu bahwa itu juga adalah mimpi yang ingin kurealisasi. Bisakah segera kita mulai? Aku sudah tak sabar untuk merangkainya dalam bait-bait puisi.

Selarik Maaf kepada Senja

Kala senja telah beranjak gulita
Di antara gemulai rintik yang tertuang begitu saja
Ada secercah rasa yang berkecamuk dalam dada
Tentang sebuah ucapan yang belum mampu terpenuhi wujudnya

Ini Bukanlah Kebetulan

Aku menamaimu senja, mengapa?
Bukan karena kausering datang dan pergi tanpa terduga.
Bukan pula karena sinarmu yang tak hanya berwarna jingga.
Tetapi karena ketenanganmu dalam mengarungi waktu dengan tertata.