Selamat datang di blogku ^_^

Sabtu, 07 April 2018

Sudahkah Kita (benar-benar) Belajar?

"Belajarlah dari kesalahan."

Klise sekali rasanya kalimat tersebut mampir di telinga kita. Ketika melakukan sesuatu yang tidak seharusnya seperti itu, hendak melaksanakan hal yang sama dengan sebelumnya, mencoba hal baru yang dipelajari dari orang lain, dan lain sebagainya, sering kita menjadikan kalimat tersebut sebagai motivasi diri agar lebih baik dan lebih baik lagi. Namun, pertanyaan mendasar yang perlu dijawab adalah, "Sudahkah kita benar-benar belajar?"

Jumat, 06 April 2018

Sebuah Tulisan Untukmu: Kakanda

Sebuah tulisan ingin kutujukan padamu: Kakanda
Ini bukan tentang gubahan kata yang sempurna
Pun larik-larik mesra sebagaimana mereka yang tengah dinaungi cinta
Namun ini adalah apa yang tak terungkap dalam kata
Sesuatu yang kusendiri masih tak mampu mengucapnya

Kamis, 05 April 2018

Bukan Hanya Sekadar Balasan

Beberapa waktu lalu, kita dipertemukan dalam suatu senja yang tak semu. Ia jingga, nyata, dan elok di ufuk barat sana. Bersamaan dengan hadirnya, kau pun menyulam keakraban yang sama sekali tak ada rumit-rumitnya. Kukira, kuterlalu lancang mengobrak-abrik tulisanmu yang indah itu dan mengundang amarahmu. Nyatanya, kusalah akan hal itu. Di antara derik kalimat yang kausuguhkan dalam karyamu, kaumampu membuatku larut dan merindukannya selalu.

Tulisan dan Impian

Aku suka menulis dari dulu. Ada kebebasan yang dapat tertuang, ada keabadian yang mampu terjaga. Aku mulai menulis sejak di kelas 6 SD. Kala itu aku menuliskan beberapa larik pantun -- salah satu karya sastra yang kusukai dulu. Semakin hari semakin aku suka menulis. Sampai hari ini pun, keinginanku akan satu hal itu belum mampu terkesampingkan dari akrivitasku. Dengan menulis, aku mampu melukiskan apa yang aku mau, menyampaikan apa yang menyelip dalam kalbu, dan lagi menulis adalah caraku mengungkap sesuatu yang tak tereja oleh waktu.

Ada yang Tak Sama

Di ambang gulita yang semakin pekat, serasa masih ada yang kurang ketika belum kujamah aksara 'tuk membalas karyamu.

Bila aku boleh mengucapnya lagi, masihku tak percaya dengan hadirmu yang kini memenuhi ruang karya. Padahal, sama sekali tak kuketahui perihal dirimu, mungkin hanya sedikit yang kutahu.

Rabu, 04 April 2018

Kuikhtiarkan Namamu di Doaku

Ada yang kurang ketika tak kurangkai bait-baitku memuisikanmu.
Meski sepasang indera ingin segera memejam karena padatnya laju,
tak menjadi penghalang untuk tetap menyusunnya
sebagai penghalau rindu

Selasa, 03 April 2018

Senoktah Cahaya dalam Kata

Menyapamu dalam puisi?
Sepertinya tiada bosan kulakukan meski telah berkali-kali
Rasanya ada yang berbeda
Selalu ada yang akan digoreskan jemari dalam kata
Mungkinkah ini jawaban atas doa-doa?
Barangkali semesta pun turut memintal restunya