Selamat datang di blogku ^_^

Senin, 05 September 2016

September Bertoga

Beradu dengan waktu
Berpacu dengan laju
Aku berdiri menghantar deru 
Sepasang sepatu
Bersama ayah ibu
Di sisiku


03-09-2016
Ada satu hal yang selalu ditunggu oleh beberapa orang yang telah berhasil menyelesaikan masa studi di perguruan tinggi. Hari ketika kita mengenakan setelah hitam dengan hiasan samir, gordon, dan toga. Pakaian kebanggaan yang juga menjadi pengiring langkah Ibu dan Ayah untuk menyaksikan kita bersalaman, berjalan dengan santun dan santai di depan Rektor. Ada kebanggan, keharuan, dan rasa tidak percaya mengiringi hari ini.

Senin, 08 Agustus 2016

Memori 13 Juni

Aku menamaimu doa; di kala denting waktu bergulir dan menghadiahi sekelumit pinta yang bertata.

Aku bersua dengan angka yang berjajar; sama.

00:06 WIB
13 Juni 2016

Dalam Cerita

07 Mei 2016;

Antara nyata dan tiada menduga
Rautmu menyapa dalam berbagai prasangka
Inikah yang dinamai bahagia?
Fajar esok hari seakan lambat menjelma

Waktuku mendadak terhenti
Inginku mendadak menepi
Beriringan dengan beribu rinai
Otakku membisik dalam sanubari
Wujud yang diingini telah berseri
Oleh tatapmu yang tanpa basa-basi

Saksi kisah dalam aksara
Aku tuliskan dengan seksama
Pun berharap terbaca
Untukmu, dia, mereka, juga kalian semua
Tetaplah tersimpan dan terjaga
Rona bahagia dalam sorot mata
Oleh lembutmu yang masih terngiang sempurna

22:04 WIB

Kamis, 28 Juli 2016

BIMBANG

Apakah selalu kesamaan itu membuat semakin terpaku?
Semakin membuat bingung; tak menentu
Haruskah yang ditunggu menjadi abu?
Karena hati tiada berdusta dengan apa yang ia tahu.

-151215-

Sabtu, 19 Desember 2015

Aku, “Kamu”, dan Sebuah Ikrar Janji

Tanpa terasa, sudah hampir empat tahun aku melewati menit demi menit dalam hidupku di kota yang dalam mindset sebagian orang adalah kota yang “dingin”. Tanpa terasa juga, sudah banyak detik-detik yang kulewati bersama “mereka”, orang-orang hebat yang selalu ada di sampingku, memberikan supportnya untuk terus maju, dan membuatku banyak belajar dari pribadi masing-masing. Aku sadar mereka juga manusia biasa yang sama sepertiku, yang tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan. Namun dari hal itulah kami mencoba untuk melangkah bersama, saling melengkapi, mendukung satu sama lain, dan mengikrarkan sebuah janji yang kita namakan dengan “persahabatan”.



Merekalah orang-orang tangguh itu. Dari mereka aku belajar banyak hal bahwa “selama kau mampu berdiri dengan kakimu sendiri, jangan terlalu menggantungkan hidupmu kepada orang lain. Karena kamu adalah dirimu, bukan orang lain!”.

Senin, 20 Oktober 2014

Masih Tentang Kamu

Kadang aku bertanya
pada sebongkah waktu yang selalu
mengurai detik penuh cerita

Kadang aku bercengkerama
memindai aksara yang terajut
di kesempatan yang ada

Minggu, 12 Oktober 2014

Langit Masih Sama


Dalam gelap kumelihatmu.
Dalam sepi kutak kehilanganmu.
Dalam malam kumemandangmu.
Walau jauh, kumerasakan kau dekat.

Aku bahagia ketika aku mampu mengungkapkan. Menuangkan setetes kehidupan, menggoreskan aliran pengalaman, mendendangkan melodi perjalanan, meniupkan semerbak perjuangan, terbingkai dalam suka, duka, tangis, dan tawa. Meski hanya sebagai kawan sekeping hati yang mencari hiburan, aku tetap bahagia. Bagaikan berkelana menjelajah semesta yang penuh bunga, menyimpan pepohonan bermacam buah-buahan, memanjakan mata dan raga, menjadi pengobat rasa dahaga.
Sesekali jemariku menyibak tirai jendela kamar yang terbang dipermainkan angin malam. Perjalanan tinta hitamku sejenak terhenti, membiarkan sepasang mataku menikmati panorama langit malam ini. Penuh kilau mutiara yang silih berganti mengerling ke arahku. “Apakah kau juga menikmati suguhan langit malam ini? Akankah kau menangkap kerinduanku yang kutitipkan pada kerlip bintang? Bisakah kau melihat senyumku di sana?”. Saraf dalam kepalaku berkolaborasi menyusun alfabet sarat makna. Mencoba menafsirkan isyarat kalbu yang menimbun kerinduan teramat dalam. Merindukan hadirnya sosok yang hampir empat bulan sudah tak kutemui. Ya, hanya suaranya yang menjadi ramuan untuk mengobati kerinduan yang semakin hari semakin bertambah bobotnya, meski hanya untuk sementara.

“Untuk sebuah kenangan, jarak tak pernah memisahkan dua hati yang saling peduli. Walau terpisah ribuan mil, dalam hitungan detik kita akan disana kembali”.