Selamat datang di blogku ^_^

Rabu, 04 September 2013

Karena Kamu, Aku Sempurna



Tiara terus memandang keluar jendela kamarnya. Sejak lima menit lalu, belum sedetik pun dia melepas pandangannya. Percakapan yang dilakukannya beberapa saat lalu seolah terus menggelayut dalam pikirannya. Sulit baginya untuk memutuskan.
“Mama ingin kamu melanjutkan kuliah di sini, sayang.”
“Maaf, Ma, Tiara belum memikitkan hal itu.” Jemari Tiara berulang-ulang mengetuk pelan meja belajarnya.
“Kamu nggak boleh gitu dong, saying. Ini juga demi masa depan kamu. Mama hanya ingin yang terbaik buat kamu” Terang Intan, sang Mama.
“Iya, Ma. Tiara juga tahu itu. Tetapi Mama juga harus tahu kalau Tiara nggak mungkin pisah dengan Mutia.” Jelas Tiara lembut, “Ma, Mutia itu saudara sekaligus sahabat yang selalu setia kepada Tiara. Dia tempat berbagi sekaligus kawan yang tak pernah meninggalkan Tiara sendiri, dalam hal apapun. Seandainya nanti Tiara jadi nyusul Mama ke London, apa Mama bisa menjamin Tiara bakal nemuin orang sebaik dan selembut Mutia?” Lanjut Tiara panjang lebar.

Terangkai dalam Diam


Dingin membeku serupa salju
Meniupkan kemilau permata udara
Merangkul raga dalam diam
Sendiri, menatap pelangi hari

Ukiran Kenangan dalam Harapan


Meski asap kelabu terus mendominasi cakrawala
Namun tak mampu memudarkan cahaya surya
Walau terus hinggap sampai akhir senja
Tetapi malam ini lihatlah…
Bintangmu bersinar di antara milyaran lainnya

Bersama Sang Waktu


Berbalut cahaya pagi yang menaungi samudera waktu
Mengiringi langkah jemariku mengukir sebaris kata
Ungkapan sanubari yang tak terdengar sang lidah
Akan kutitipkan pada sekelompok udara
Kukirimkan untuk menemani pelayaranmu

Rabu, 12 Desember 2012

Tetaplah Disana


Aku terdiam
Damai tak bersuara
Menatap tinta emas yang telah terukir
Dalam karya agung Sang Pencipta

Minggu, 04 November 2012

Haruskah?


Telah banyak putaran jam yang berlari
Menembus ruang hampa dalam diri
Hampir tak berima
Jemariku mengukir kata
Menuliskan sejuta bait bernada

Termenung dalam Angan


Dingin membeku serupa salju
Meniupkan kemilau permata udara
Merangkul raga dalam diam
Sendiri, menatap pelangi hari